Langsung ke konten utama

Surat Cintaku Yang Luar Biasa

Alhamdullilah, … Akhirnya bertemu dengan misi terakhir menuju pulau cahaya.
Misi kali ini menyampikan rasa cinta dengan menulis surat kepada yang tersayang. Untuk yang belum menikah menuliskan surat untuk orang tua. Untuk yang sudah menikah menuliskan surat untuk suami. Dan untuk yang single parent menulis surat untuk anak.
Karena saya sudah menikah saya menyampaikan rasa cinta saya dengan menulis surat kepada suami tercinta. Menulis surat ini adalah kali pertama buat kami, karena perkenalan yang tidak berlangsung lama kemudian memutuskan untuk menikah kami  tidak terpikir untuk berkirim surat. Lagipula di era saat ini sudah lebih praktis menggunakan pesan singkat melalui gagdet masing-masing. 
Sehingga ini menjadi momen langka dan spesial . Kertas dan pulpen sudah siap untuk menjadi amunisi dalam proyek menulis surat ini, baru memulai kalimat pembuka sudah senyum senyum sendiri mengingat kejadian masa lalu. Dimulai dengan salam dilanjutkan dengan awal perjumpaan yg sebelumnya pertemuan kami ini karena diperkenalkan oleh teman kami, dicomblangin kata orang-orang dlu. Kata – kata mulai bertebaran diatas kertas tanpa terasa saya berucap di dalam hati Masya Allah, Allhamdullilah saya dipertemukan dengan seorang suami yang menerima saya apa adanya, mau mendengarkan cerita dan keluh kesah saya dengan sabar, selalu memberi dorongan ketika saya berada diposisi yang terpuruk dan saling support apalagi saat menjalani program kehamilan yang membutuhkan kesabaran dan saling menguatkan satu sama lain. Terima kasih Pap.
Tiba-tiba anak kami datang menghampiri saya dan melihat saya sedang asyik menulis, karena anak kami sangat senang melihat orang lain menulis dan memegang pulpen. Spontan dia meminta pulpen saya, tapi karena saya belum selesai dengan surat saya, saya ambil pulpen dan kertas saya yang lain dan memberikan nya kepada anak kami. Jadi saya ditemani menulis surat cinta ditemani oleh anak saya. Setiap kata-kata semakin mebuat saya terharu dengan adanya anak kami, sambil memandanginya sambil menulis surat, perasaan terharu dan bersyukur pun muncul walaupun tidak sampai meneteskan air mata tapi begitu sangat menyentuh setiap membacanya lagi.
Sampai pada bagian penutup dan si kecil mulai merengek karena pulpen tintanya habis jadi saya putuskan untuk mengakhiri surat cinta saya. Ditutup dengan doa semoga selalu diberikan kebaikan dalam keluarga kecil kami. Aamiin… tak lupa membuat bentuk bintang, bulan dan matahari di akhir surat, karena bentuk ini yang sedang disukai dan disebut-sebut oleh anak kami. Dan saya tambahkan nama anak kami, untuk memperjelas bahwa saya menulis surat cinta ini bersama buah hati kami juga.
Saya ambil amplop putih (seputih hati saya saat menulis surat cinta ini, padahal hanya amplop putih yang tersedia di rumah dan biasa digunakan untuk amplop saat ada undangan hihi…) surat di laci meja. Lalu saya memberikannya kepada suami tercinta sebelum pergi ke kantor, saya bisikan untuk membuka dan membacanya di kantor. Suami tampak heran karena surat ini tak biasa tapi beliau terima saja dan mengikuti ucapan saya. Geemuss….hihi..
Lalu disore hari saya terima notifikasi via email, dan itu adalah respon dari suami. Yang isinya adalah ucapan doa dan terima kasih, bahagia karena saling dipertemukan hihi….
Terima kasih Pap walaupun tidak dibalas dengan kertas surat namun mewakili perasaan Papa.
Itu sekilas tentang perasaan saya saat menulis surat, untuk isi suratnya masih dirahasiakan hihi…
Terima kasih kepada para Widyaiswara yang selalu berbagi ilmu dan semangat dalam komunitas Ibu Profesional, memberikan insight kebahagiaan yang terkadang tak terduga. Saling berbagi kebahagiaan bersama pasangan indah rasanya. Terima Kasih IIP.

Salam Hangat 
NURI KURNIATI
IP KALIMANTAN BARAT

Komentar

  1. waah.. sudah d sesi surat cinta ya tante.. hihi..selamaaaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaah, keren misinya ini. Blm pernah surat2an hampir 6tahun sma suami 😅

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aliran Rasa

Aliran Rasa - Kompas Peradaban Naikkan jangkar ! Bentangkan layar ! Bahtera akan segera berlayar. Teringat aba-aba semangat dari bunda Nani Nurhasanah (Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Institut Ibu Profesional  www.ibuprofesional.com , untuk bersiap meninggalkan pelabuhan, memulai penjelajahan menuju bahtera matrikulasi Komunitas Insititut Ibu Profesional (IIP). Penjelajahan untuk petualangan dan pembelajaran di komunitas Institut Ibu Profesional, sebelum memulainya di Pelabuhan Matrikulasi mahasiswi di komunitas IIP diberikan tiket dan paspor yang mana akan digunakan setiap menjalan misi yang di bahtera matrikulasi batch 8 ini. Setelah tiket dan paspor di dapat, saya pun mendapatkan bekal pertama dari Komunitas Institut Ibu Profesional. Bekal ini akan saya gunakan untuk menemukan Kompas Peradaban. Saya semakin penasaran dengan penjelajahan ini. Kompas akan ditemukan dengan membuka kerang terlebih dahulu kemudian mengambil mutiara...

Pencarian Makna

Penjelajahan samudera Matrikulasi batch #8 Institut Ibu Profesional www.ibuprofesional.com  telah sampai tahap menyelami samudera. Misi kali ini adalah "Misi Pencarian Makna" Seperti apakah misi kali ini? penasaran sudah pasti saya rasakan, karena para Widyaiswara selalu memberikan kejutan-kejutan dalam setiap misi penjelajahan. Penyelaman pertama ini dibantu oleh para WI dengan pendapat-pendapat yang menginspirasi dan komentar-komentar hebat para mahasiswi di FBG Matrikulasi batch #8. Dan, munculah Makna "Ibu Profesional Kebanggan Keluarga" versi terbaik saya... Ibu Profesional kebanggaan keluarga ibarat Madrasah/Sekolah. Tempat dimana anggota keluarga berkumpul, bercerita, bermain, bekerja sama dalam proses belajar dan mendidik dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang mengharap keberkahan dan ridho dari Allah SWT. Mengutip kata-kata Ustadz Salim A Fillah "Ibu adalah madrasah cantik, tempat anak-anak mempertanyakan alam ...

Tugas Observasi First Teacher Bootcamp: Menumbuhkan Fitrah Keimanan Pada Anak Usia Dini

  Bismillahirohmanirohim Background Webinar Home Education .